BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kesehatan
amatlah penting untuk meraih kebahagiaan hidup. Syarat utama seseorang dapat
menikmati kebahagiaan dalam hidup ini adalah saat mereka memiliki kesehatan
secara jasmani dan rohani. Memiliki tubuh dan badan yang sehat seumur hidup
adalah dambaan setiap orang. Oleh karena itu, kita perlu menjaga kesehatan kita
agar kita tetap sehat baik jasmani maupun rohani. Tahukah anda bahwa untuk menuju
kehidupan keluarga yang bahagia salah satu kunci terpenting adalah hidup sehat.
Pola hidup sehat menjadi hal yang
sangat penting agar masyarakat dapat mengurangi resiko terkena berbagai macam
penyakit. Apalagi saat ini banyak sekali penyakit penyakit baru yang bermunculan,
misalnya penyakit HIV/AIDS. Penyakit ini menjadi momok bagi masyarakat
indonesia karena penyakit ini merupakan salahsatu penyakit yang merusak
kekebalan tubuh yang dapat merugikan kesehatan.
Telah banyak saudara-saudara setanah
air yang mengidap penyakit HIV/AIDS, untuk menjaga diri kita dari penyakit yang
membahayakan ini kita harus menjaga gaya hidup kita. Gaya
hidup sehat adalah suatu pilihan sederhana yang sangat tepat untuk dijalankan.
Hidup dengan pola makan, pikiran, kebiasaan dan lingkungan yang sehat. Namun
hal tersebut belum mencukupi kebutuhan tubuh kita agar terhindar dari HIV/AIDS.
Dalam
kesempatan ini, penulis akan membahas secara rinci pengertian, penyebab atau
penularannya, gejala dan pencegahan penyakit HIV/AIDS. Dengan mengetahui
hal-hal yang berkaitan tentang penyakit HIV/AIDS pasti kita akan terhindar dari
penyakit ini.
B.
Rumusan
Masalah
1. Apa
yang dimaksud dengan penyakit HIV/AIDS?
2. Apa
perbedan HIV dengan AIDS?
3. Apa
saja yang menyebabkan tertularnya Penyakit HIV/AIDS?
4. Bagaimana
gejala yang timbul saat menderita penyakit HIV/AIDS?
5. Bagaimana
cara pencegahan penyakit HIV/AIDS?
C.
Tujuan
Penulisan
1.
Mengetahui pengertian penyakit HIV
2.
Mengetahui perbedan HIV dengan AIDS
3.
Mengetahui penyebab tertularnya Penyakit
HIV/AIDS
4.
Mengetahui gejala yang timbul saat
menderita penyakit HIV/AIDS
5.
Mengetahui cara pencegahan penyakit
HIV/AIDS
D. Manfaat Penulisan
Dalam penulisan makalah ini, kami berharap
makalah ini bermanfaat bagi kami para penulis dan para pembaca agar dapat
mengetahui pengertian penyebab atau penularannya, gejala dan
pencegahan penyakit HIV/AIDS. Dengan mengetahui hal-hal yang berkaitan tentang
penyakit HIV/AIDS pasti kita akan terhindar dari penyakit ini.
E.
Sistematika Penulisan
Sistematika penyusunan makalah ini
dibagi menjadi tiga bagian utama, yang dijabarkan sebagai berikut:
Bagian kesatu adalah pendahuluan.
Pada bagian pendahuluan ini di paparkan tentang latar belakang masalah batasan,
dan rumusan masalah, tujuan penulisan makalah, metode penulisan dan sistematika
penulisan makalah. Bagian Kedua yaitu pembahasan. Pada bagian ini merupakan
bagaian utama yang hendak dikaji dalam proses penyusunan makalah. Bagian ketiga
yaitu penutup.Pada Kesempatan ini penyusun berusaha untuk mengemukakan
kesimpulan dari pembahasan tersebut.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
HIV/AIDS
HIV adalah virus yang menyerang dan
merusak sistem kekebalan tubuh kita sehingga kita tidak bisa bertahan terhadap
penyakit-penyakit yang menyerang tubuh kita.Bila sistem kekebalan tubuh kita
sudah rusak atau lemah, maka kita akan terserang oleh berbagai penyakit yang
ada di sekitar kita seperti TBC, diare, sakit kulit, dll. Kumpulan gejala
penyakit yang menyerang tubuh kita itulah yang disebut AIDS.
Perjalanan HIV/AIDS dimana masa inkubasi
atau masa laten, sangat tergantung pada daya tahan tubuh masing-masing orang
rata-rata 5-10 tahun, selama masa ini orang tidak memperlihatkan gejala-gejala
walaupun jumlah HIV semakin bertambah dan sel-sel T-4 semakin menurun. Semakin
rendah jumlah sel T-4, semakin rusak fungsi sistem kekebalan tubuh. Pada waktu
sistem kekebalan sudah dalam keadaan parah ODHA akan mulai menampakkan
gejala-gejala AIDS. Secara singkat, perjalanan HIV/AIDS dapat dibagi 4 stadium,
yaitu :
1. Stadium
pertama : HIV
Infeksi dimulai dengan
masuknya HIV dan diikuti terjadinya perubahan serologik ketika antibodi
terhadap virus tersebut dari negatif berubah menjadi positif. Rentang waktu
sejak HIV masuk ke dalam tubuh sampai tes antibody terhadap HIV menjadi positif
disebut window periode. Lama window periode ini antara 1-3 bulan, bahkan ada
yang berlangsung sampai 6 bulan.
2. Stadium
kedua : Asimptomatik (tanpa gejala)
Asimptomatik berarti
bahwa di dalam organ tubuh terdpat HIV tetapi tubuh tidak menunjukkan
gejala-gejala. Keadaan ini dapat berlangsung rata-rata 5-10 tahun. Cairan tubuh
ODHA yang tampak sehat ini sudah dapat menularkan HIV kepada orang lain.
3. Stadium
ketiga : pembesaran kelenjar Limfe
Fase ini ditandai
dengan pembesaran kelenjar limfe secara menetap dan merata (persistent
generalized lymphadenopathy), tidak hanya muncul pada satu tempat dan
berlangsung lebih dari satu bulan.
4. Stadium
keempat : AIDS
Keadaan ini disertai
barmacam-macam penyakit, antara lain penyakit konstitusional, penyakit saraf
dan penyakit infeksi sekunder (Pusdiknakes, 1997: 42).
B.
Perbedaan Penyakit HIV/AIDS
HIV/AIDS sering dikaitkan satu sama
lainnya dengan pengertian yang sama. Akan tetapi HIV dan AIDS mempunyai arti
yang berbeda. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini
yang menyerang system kekebalan
tubuh seseorang. Seseorang dapat terjangkit virus HIV, apabila virus tersebut masuk ke dalam saluran peredaran darah. Virus HIV menyerang system kekebalan seseorang. Jika tidak diatasi,maka virus ini akan merusak system kekebalan tubuh sehingga daya tahan tubuh melemah terhadap penyakit lain bahkan dapat mengakibatkan kematian. Kondisi inilah yang dinamakan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome ).
tubuh seseorang. Seseorang dapat terjangkit virus HIV, apabila virus tersebut masuk ke dalam saluran peredaran darah. Virus HIV menyerang system kekebalan seseorang. Jika tidak diatasi,maka virus ini akan merusak system kekebalan tubuh sehingga daya tahan tubuh melemah terhadap penyakit lain bahkan dapat mengakibatkan kematian. Kondisi inilah yang dinamakan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome ).
Penderita
HIV bukan berarti pengidap penyakit AIDS atau seseorang yang akan segera mati. Bahkan
tanpa pengobatan banyak penderita HIV masih dapat bertahan hidup cukup lama.
Pada saat ini pengobatan yang telah dikembangkan hanya dapat memperlambat
kerusakan pada sistem kekebalan tubuh. Dengan pengobatan tersebut banyak
penderita HIV dapat hidup sehat dan bahagia.
C. Penyebab Tertularnya Penyakit HIV/AIDS
Cara Penularan HIV
hanya bisa hidup di dalam cairan tubuh seperti:
·
Darah
·
Cairan vagina
·
Cairan sperma
·
Air susu ibu
Penularan
itu bisa terjadi melalui:
·
Hubungan seks dengan orang yang mengidap
HIV/AIDS,berhubungan seks dengan pasangan yang berganti-ganti dan tidak
menggunakan alat pelindung (kondom)
·
Kontak darah/luka dan transfusi darah
yang sudah tercemar virus HIV
·
Penggunaan jarum suntik atau jarum
tindik secara bersama atau bergantian dengan orang yang terinfeksi HIV
·
Dari ibu yang terinfeksi HIV kepada bayi
yang dikandungnya
HIV tidak menular
melalui:
·
gigitan nyamuk
·
orang bersalaman
·
berciuman
·
orang berpelukan
·
makan bersama
·
tinggal serumah
Salah satu penelitian
WHO menunjukkan beberapa faktor yang mempengaruhi cepatnya perkembangan AIDS
yaitu :
·
Semakin tua seseorang mengidap HIV,
semakin cepat dia akan sampai ke tahap HIV
·
Bayi akan terinfeksi HIV akan sampai
ketahap AIDS
·
Orang yang telah mempunyai gejala minor
pada waktu mulai tertular HIV (serokonversi), akan menunjukkan gejala AIDS
lebih cepat dari pada yang tanpa gejala.
·
Diagnosa HIV/AIDS
D.
Gejala
yang timbul saat menderita penyakit HIV/AIDS
Bagaimana mengetahui
apakah seseorang sudah tertular HIV atau mengidap AIDS? Sampai tiga atau enam
bulan setelah masuknya virus HIV, belum tentu virus itu bisa ditemukan dalam
tubuh karena ia tersembunyi. Masa belum bisa dilihatnya virus itu disebut masa
Jendela.
Walaupun belum bisa terlihat,
orang yang sudah tertular HIV bisa menularkannya kepada orang lain. Setelah
enam bulan biasanya virus mulai dapat ditemukan/dilihat kalau orang itu
menjalani tes darah. Belum ada cara lain untuk menemukan virus selain melalui
tes darah. Kalau sudah ditemukan, maka pengidapnya disebut HIV positif. Pada
masa ini, ia masih bisa hidup normal dan melakukan semua kegiatan seperti
biasa.
Masa HIV positif ini
bisa sampai 10 tahun kalau daya tahan tubuhnya kuat. Tetapi bila daya tahan
tubuhnya lemah maka orang tersebut bisa cepat terserang berbagai penyakit lain.
Gejala yang menyolok pada penderita AIDS yaitu:
§ diare
yang terus menerus,
§ pembengkakan
kelenjar getah bening,
§ kanker
kulit,
§ sariawan,
dan
§ berat
badan yang turun secara menyolok.
Nah pada saat seperti
itu orang tersebut dikatakan sudah sampai pada tahap AIDS dan disebut ODHA
(ORANG DENGAN HIV/AIDS). Pada tahap AIDS ini biasanya daya tahan sudah sangat
lemah sehingga kemungkinan orang itu akan meninggal. Sampai saat ini belum ada
obat ampuh untuk membunuh virus HIV atau menyembuhkan orang dengan AIDS.
Menurut Pundiknakes
(1997 : 44) gejala klinis pada stadium AIDS adalah :
-
Gejala utama
a. Demam
berkepanjangan lebih dari tiga bulan
b. Diare
kronis lebih dari satu bulan berulang maupun terus menerus
c. Penurunan
berat badan lebih dari 10% dalam tiga bulan .
-
Gejala minor
a. Batuk
kronis selama lebih dari satu bulan
b. Infeksi
pada mulut dan tenggorokan disebabkan oleh jamur Candida Albikan.
c. Pembengkaan
kelenjar getah bening yang menetap diseluruh tubuh
d. Munculnya
herpes zoster berulang
e. Bercak-bercak
gatal diseluruh tubuh
E.
Cara
Pencegahan Penyakit HIV/AIDS
Penyakit HIV/AIDS termasuk penyakit yang belum ada obatnya,
jadi hanya Upaya Pencegahan Penyakit HIV/AIDS ini saja yang saat ini dapat
dilakukan agar dapat terhindar dari Penyakit mematikan ini. Program Pencegahan
Penyakit HIV/AIDS hanya dapat efektif bila dilakukan dengan komitmen masyarakat
dan komitmen politik yang tinggi untuk mencegah dan atau mengurangi perilaku
risiko tinggi terhadap penularan HIV. Upaya pencegahan meliputi :
1. Pemberian penyuluhan kesehatan di
sekolah dan di masyarakat harus menekankan bahwa mempunyai pasangan seks yang
berganti-ganti serta penggunaan obat suntik bergantian dapat meningkatkan
risiko terkena infeksi HIV. Pelajar juga harus dibekali pengetahuan bagaimana
untuk menghindari atau mengurangi kebiasaan yang mendatangkan risiko terkena
infeksi HIV. Program untuk anak sekolah harus dikembangkan sedemikian rupa
sesuai dengan perkembangan mental serta kebutuhan mereka, begitu juga bagi mereka
yang tidak sekolah.
2. Satu-satunya jalan agar tidak
terinfeksi adalah dengan tidak melakukan hubungan seks atau hanya berhubungan
seks dengan satu orang yang diketahui tidak mengidap infeksi. Pada situasi
lain, kondom lateks harus digunakan dengan benar setiap kali seseorang
melakukan hubungan seks secara vaginal, anal atau oral. Kondom lateks dengan
pelumas berbahan dasar air dapat menurunkan risiko penularan melalui hubungan
seks.
3. Memperbanyak fasilitas pengobatan
bagi pecandu obat terlarang akan mengurangi penularan HIV. Begitu pula Program
“Harm reduction”yang menganjurkan para pengguna jarum suntik untuk menggunakan
metode dekontaminasi dan menghentikan penggunaan jarum bersama telah terbukti
efektif.
4. Menyediakan fasilitas Konseling HIV
dimana identitas penderita dirahasiakan atau dilakukan secara anonimus serta
menyediakan tempat-tempat untuk melakukan pemeriksaan darah. Faslitas tersebut
saat ini telah tersedia di seluruh negara bagian di AS. Konseling, tes HIV
secara sukarela dan rujukan medis dianjurkan dilakukan secara rutin pada klinik
keluarga berencana dan klinik bersalin, klinik bagi kaum homo dan terhadap
komunitas dimana seroprevalens HIV tinggi. Orang yang aktivitas seksualnya
tinggi disarankan untuk mencari pengobatan yang tepat bila menderita Penyakit
Menular Seksual (PMS).
5. Setiap wanita hamil sebaiknya sejak
awal kehamilan disarankan untuk dilakukan tes HIV sebagai kegiatan rutin dari
standar perawatan kehamilan. Ibu dengan HIV positif harus dievaluasi untuk
memperkirakan kebutuhan mereka terhadap terapi zidovudine (ZDV) untuk mencegah
penularan HIV melalui uterus dan perinatal.
6. Berbagai peraturan dan kebijakan
telah dibuat oleh USFDA, untuk mencegah kontaminasi HIV pada plasma dan darah.
Semua darah donor harus diuji antibodi HIV nya. Hanya darah dengan hasil tes
negatif yang digunakan. Orang yang mempunyai kebiasaan risiko tinggi terkena
HIV sebaiknya tidak mendonorkan plasma, darah, organ-organ untuk transplantasi,
sel atau jaringan (termasuk cairan semen untuk inseminasi buatan). Institusi
(termasuk bank sperma, bank susu atau bank tulang) yang mengumpulkan plasma,
darah atau organ harus menginformasikan tentang peraturan dan kebijakan ini
kepada donor potensial dan tes HIV harus dilakukan terhadap semua donor.
7. Jika hendak melakukan transfusi
Dokter harus melihat kondisi pasien dengan teliti apakah ada indikasi medis
untuk transfusi. Transfusi otologus sangat dianjurkan.
8. Hanya produk faktor pembekuan darah
yang sudah di seleksi dan yang telah diperlakukan dengan semestinya untuk
menonaktifkan HIV yang bisa digunakan.
9. Sikap hati-hati harus dilakukan pada
waktu penanganan, pemakaian dan pembuangan jarum suntik atau semua jenis
alat-alat yang berujung tajam lainnya agar tidak tertusuk. Petugas kesehatan
harus menggunakan sarung tangan lateks, pelindung mata dan alat pelindung
lainnya untuk menghindari kontak dengan darah atau cairan yang mengandung
darah. Setiap tetes darah pasien yang mengenai tubuh petugas kesehatan harus
dicuci dengan air dan sabun sesegera mungkin. Kehati-hatian ini harus di
lakukan pada semua pasien dan semua prosedur laboratorium (tindakan kewaspadaan
universal).
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesehatan
amatlah penting untuk meraih kebahagiaan hidup. Pola hidup sehat menjadi hal
yang sangat penting agar masyarakat dapat mengurangi resiko terkena berbagai
macam penyakit. Apalagi saat ini banyak sekali penyakit penyakit baru yang
bermunculan, misalnya penyakit HIV/AIDS.
HIV adalah virus yang menyerang dan
merusak sistem kekebalan tubuh kita sehingga kita tidak bisa bertahan terhadap
penyakit-penyakit yang menyerang tubuh kita. Bila sistem kekebalan tubuh kita
sudah rusak atau lemah, maka kita akan terserang oleh berbagai penyakit yang
ada di sekitar kita seperti TBC, diare, sakit kulit, dll. Kumpulan gejala
penyakit yang menyerang tubuh kita itulah yang disebut AIDS.Secara singkat,
perjalanan HIV/AIDS dapat dibagi 4 stadium.
Cara Penularan HIV hanya bisa hidup di
dalam cairan tubuh seperti: darah, cairan vagina, cairan sperma, air susu ibu. Penularan
itu bisa terjadi melalui: hubungan seks dengan orang yang mengidap HIV/AIDS, kontak
darah/luka dan transfusi darah yang sudah tercemar virus HIV, penggunaan jarum
suntik atau jarum tindik secara bersama atau bergantian dengan orang yang
terinfeksi HIV, dari ibu yang terinfeksi HIV kepada bayi yang dikandungnya
Masa HIV positif ini
bisa sampai 10 tahun kalau daya tahan tubuhnya kuat. Tetapi bila daya tahan
tubuhnya lemah maka orang tersebut bisa cepat terserang berbagai penyakit lain.
Gejala yang menyolok pada penderita AIDS yaitu: diare yang terus menerus, pembengkakan
kelenjar getah bening, kanker kulit, sariawan, dan berat badan yang turun
secara menyolok. Penyakit
HIV/AIDS termasuk penyakit yang belum ada obatnya, jadi hanya Upaya Pencegahan
Penyakit HIV/AIDS ini saja yang saat ini dapat dilakukan agar dapat terhindar
dari Penyakit mematikan ini.