Jumat, 17 April 2015










BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Kesehatan amatlah penting untuk meraih kebahagiaan hidup. Syarat utama seseorang dapat menikmati kebahagiaan dalam hidup ini adalah saat mereka memiliki kesehatan secara jasmani dan rohani. Memiliki tubuh dan badan yang sehat seumur hidup adalah dambaan setiap orang. Oleh karena itu, kita perlu menjaga kesehatan kita agar kita tetap sehat baik jasmani maupun rohani. Tahukah anda bahwa untuk menuju kehidupan keluarga yang bahagia salah satu kunci terpenting adalah hidup sehat.
Pola hidup sehat menjadi hal yang sangat penting agar masyarakat dapat mengurangi resiko terkena berbagai macam penyakit. Apalagi saat ini banyak sekali penyakit penyakit baru yang bermunculan, misalnya penyakit HIV/AIDS. Penyakit ini menjadi momok bagi masyarakat indonesia karena penyakit ini merupakan salahsatu penyakit yang merusak kekebalan tubuh yang dapat merugikan kesehatan.
Telah banyak saudara-saudara setanah air yang mengidap penyakit HIV/AIDS, untuk menjaga diri kita dari penyakit yang membahayakan ini kita harus menjaga gaya hidup kita. Gaya hidup sehat adalah suatu pilihan sederhana yang sangat tepat untuk dijalankan. Hidup dengan pola makan, pikiran, kebiasaan dan lingkungan yang sehat. Namun hal tersebut belum mencukupi kebutuhan tubuh kita agar terhindar dari HIV/AIDS.
Dalam kesempatan ini, penulis akan membahas secara rinci pengertian, penyebab atau penularannya, gejala dan pencegahan penyakit HIV/AIDS. Dengan mengetahui hal-hal yang berkaitan tentang penyakit HIV/AIDS pasti kita akan terhindar dari penyakit ini.

B.       Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan penyakit HIV/AIDS?
2.      Apa perbedan HIV dengan AIDS?
3.      Apa saja yang menyebabkan tertularnya Penyakit HIV/AIDS?
4.      Bagaimana gejala yang timbul saat menderita penyakit HIV/AIDS?
5.      Bagaimana cara pencegahan penyakit HIV/AIDS?

C.      Tujuan Penulisan
1.      Mengetahui pengertian penyakit HIV
2.      Mengetahui perbedan HIV dengan AIDS
3.      Mengetahui penyebab tertularnya Penyakit HIV/AIDS
4.      Mengetahui gejala yang timbul saat menderita penyakit HIV/AIDS
5.      Mengetahui cara pencegahan penyakit HIV/AIDS

D.      Manfaat Penulisan
Dalam penulisan makalah ini, kami berharap makalah ini bermanfaat bagi kami para penulis dan para pembaca agar dapat mengetahui pengertian penyebab atau penularannya, gejala dan pencegahan penyakit HIV/AIDS. Dengan mengetahui hal-hal yang berkaitan tentang penyakit HIV/AIDS pasti kita akan terhindar dari penyakit ini.

E.       Sistematika Penulisan
Sistematika penyusunan makalah ini dibagi menjadi tiga bagian utama, yang dijabarkan sebagai berikut:
Bagian kesatu adalah pendahuluan. Pada bagian pendahuluan ini di paparkan tentang latar belakang masalah batasan, dan rumusan masalah, tujuan penulisan makalah, metode penulisan dan sistematika penulisan makalah. Bagian Kedua yaitu pembahasan. Pada bagian ini merupakan bagaian utama yang hendak dikaji dalam proses penyusunan makalah. Bagian ketiga yaitu penutup.Pada Kesempatan ini penyusun berusaha untuk mengemukakan kesimpulan dari pembahasan tersebut.







BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian HIV/AIDS
HIV adalah virus yang menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh kita sehingga kita tidak bisa bertahan terhadap penyakit-penyakit yang menyerang tubuh kita.Bila sistem kekebalan tubuh kita sudah rusak atau lemah, maka kita akan terserang oleh berbagai penyakit yang ada di sekitar kita seperti TBC, diare, sakit kulit, dll. Kumpulan gejala penyakit yang menyerang tubuh kita itulah yang disebut AIDS.
Perjalanan HIV/AIDS dimana masa inkubasi atau masa laten, sangat tergantung pada daya tahan tubuh masing-masing orang rata-rata 5-10 tahun, selama masa ini orang tidak memperlihatkan gejala-gejala walaupun jumlah HIV semakin bertambah dan sel-sel T-4 semakin menurun. Semakin rendah jumlah sel T-4, semakin rusak fungsi sistem kekebalan tubuh. Pada waktu sistem kekebalan sudah dalam keadaan parah ODHA akan mulai menampakkan gejala-gejala AIDS. Secara singkat, perjalanan HIV/AIDS dapat dibagi 4 stadium, yaitu :
1.      Stadium pertama : HIV
Infeksi dimulai dengan masuknya HIV dan diikuti terjadinya perubahan serologik ketika antibodi terhadap virus tersebut dari negatif berubah menjadi positif. Rentang waktu sejak HIV masuk ke dalam tubuh sampai tes antibody terhadap HIV menjadi positif disebut window periode. Lama window periode ini antara 1-3 bulan, bahkan ada yang berlangsung sampai 6 bulan.



2.      Stadium kedua : Asimptomatik (tanpa gejala)
Asimptomatik berarti bahwa di dalam organ tubuh terdpat HIV tetapi tubuh tidak menunjukkan gejala-gejala. Keadaan ini dapat berlangsung rata-rata 5-10 tahun. Cairan tubuh ODHA yang tampak sehat ini sudah dapat menularkan HIV kepada orang lain.
3.      Stadium ketiga : pembesaran kelenjar Limfe
Fase ini ditandai dengan pembesaran kelenjar limfe secara menetap dan merata (persistent generalized lymphadenopathy), tidak hanya muncul pada satu tempat dan berlangsung lebih dari satu bulan.
4.      Stadium keempat : AIDS
Keadaan ini disertai barmacam-macam penyakit, antara lain penyakit konstitusional, penyakit saraf dan penyakit infeksi sekunder (Pusdiknakes, 1997: 42).

B.       Perbedaan  Penyakit HIV/AIDS
HIV/AIDS sering dikaitkan satu sama lainnya dengan pengertian yang sama. Akan tetapi HIV dan AIDS mempunyai arti yang berbeda. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini yang menyerang system kekebalan
tubuh seseorang. Seseorang dapat terjangkit virus HIV, apabila virus tersebut masuk ke dalam saluran peredaran darah. Virus HIV menyerang system kekebalan seseorang. Jika tidak diatasi,maka virus ini akan merusak system kekebalan tubuh sehingga daya tahan tubuh melemah terhadap penyakit lain bahkan dapat mengakibatkan kematian. Kondisi inilah yang dinamakan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome ).
Penderita HIV bukan berarti pengidap penyakit AIDS atau seseorang yang akan segera mati. Bahkan tanpa pengobatan banyak penderita HIV masih dapat bertahan hidup cukup lama. Pada saat ini pengobatan yang telah dikembangkan hanya dapat memperlambat kerusakan pada sistem kekebalan tubuh. Dengan pengobatan tersebut banyak penderita HIV dapat hidup sehat dan bahagia.
C.      Penyebab Tertularnya Penyakit HIV/AIDS
Cara Penularan HIV hanya bisa hidup di dalam cairan tubuh seperti:
·         Darah
·         Cairan vagina
·         Cairan sperma
·         Air susu ibu
Penularan itu bisa terjadi melalui:
·         Hubungan seks dengan orang yang mengidap HIV/AIDS,berhubungan seks dengan pasangan yang berganti-ganti dan tidak menggunakan alat pelindung (kondom)
·         Kontak darah/luka dan transfusi darah yang sudah tercemar virus HIV
·         Penggunaan jarum suntik atau jarum tindik secara bersama atau bergantian dengan orang yang terinfeksi HIV
·         Dari ibu yang terinfeksi HIV kepada bayi yang dikandungnya
HIV tidak menular melalui:

·         gigitan nyamuk
·         orang bersalaman
·         berciuman
·         orang berpelukan
·         makan bersama
·         tinggal serumah


Salah satu penelitian WHO menunjukkan beberapa faktor yang mempengaruhi cepatnya perkembangan AIDS yaitu :
·         Semakin tua seseorang mengidap HIV, semakin cepat dia akan sampai ke tahap HIV
·         Bayi akan terinfeksi HIV akan sampai ketahap AIDS
·         Orang yang telah mempunyai gejala minor pada waktu mulai tertular HIV (serokonversi), akan menunjukkan gejala AIDS lebih cepat dari pada yang tanpa gejala.
·         Diagnosa HIV/AIDS
D.      Gejala yang timbul saat menderita penyakit HIV/AIDS
Bagaimana mengetahui apakah seseorang sudah tertular HIV atau mengidap AIDS? Sampai tiga atau enam bulan setelah masuknya virus HIV, belum tentu virus itu bisa ditemukan dalam tubuh karena ia tersembunyi. Masa belum bisa dilihatnya virus itu disebut masa Jendela.
Walaupun belum bisa terlihat, orang yang sudah tertular HIV bisa menularkannya kepada orang lain. Setelah enam bulan biasanya virus mulai dapat ditemukan/dilihat kalau orang itu menjalani tes darah. Belum ada cara lain untuk menemukan virus selain melalui tes darah. Kalau sudah ditemukan, maka pengidapnya disebut HIV positif. Pada masa ini, ia masih bisa hidup normal dan melakukan semua kegiatan seperti biasa.
Masa HIV positif ini bisa sampai 10 tahun kalau daya tahan tubuhnya kuat. Tetapi bila daya tahan tubuhnya lemah maka orang tersebut bisa cepat terserang berbagai penyakit lain. Gejala yang menyolok pada penderita AIDS yaitu:
§  diare yang terus menerus,
§  pembengkakan kelenjar getah bening,
§  kanker kulit,
§  sariawan, dan
§  berat badan yang turun secara menyolok.

Nah pada saat seperti itu orang tersebut dikatakan sudah sampai pada tahap AIDS dan disebut ODHA (ORANG DENGAN HIV/AIDS). Pada tahap AIDS ini biasanya daya tahan sudah sangat lemah sehingga kemungkinan orang itu akan meninggal. Sampai saat ini belum ada obat ampuh untuk membunuh virus HIV atau menyembuhkan orang dengan AIDS.
Menurut Pundiknakes (1997 : 44) gejala klinis pada stadium AIDS adalah :
-        Gejala utama
a.       Demam berkepanjangan lebih dari tiga bulan
b.      Diare kronis lebih dari satu bulan berulang maupun terus menerus
c.       Penurunan berat badan lebih dari 10% dalam tiga bulan .
-        Gejala minor
a.       Batuk kronis selama lebih dari satu bulan
b.      Infeksi pada mulut dan tenggorokan disebabkan oleh jamur Candida Albikan.
c.       Pembengkaan kelenjar getah bening yang menetap diseluruh tubuh
d.      Munculnya herpes zoster berulang
e.       Bercak-bercak gatal diseluruh tubuh

E.       Cara Pencegahan Penyakit HIV/AIDS
Penyakit HIV/AIDS termasuk penyakit yang belum ada obatnya, jadi hanya Upaya Pencegahan Penyakit HIV/AIDS ini saja yang saat ini dapat dilakukan agar dapat terhindar dari Penyakit mematikan ini. Program Pencegahan Penyakit HIV/AIDS hanya dapat efektif bila dilakukan dengan komitmen masyarakat dan komitmen politik yang tinggi untuk mencegah dan atau mengurangi perilaku risiko tinggi terhadap penularan HIV. Upaya pencegahan meliputi :
1.      Pemberian penyuluhan kesehatan di sekolah dan di masyarakat harus menekankan bahwa mempunyai pasangan seks yang berganti-ganti serta penggunaan obat suntik bergantian dapat meningkatkan risiko terkena infeksi HIV. Pelajar juga harus dibekali pengetahuan bagaimana untuk menghindari atau mengurangi kebiasaan yang mendatangkan risiko terkena infeksi HIV. Program untuk anak sekolah harus dikembangkan sedemikian rupa sesuai dengan perkembangan mental serta kebutuhan mereka, begitu juga bagi mereka yang tidak sekolah.

2.      Satu-satunya jalan agar tidak terinfeksi adalah dengan tidak melakukan hubungan seks atau hanya berhubungan seks dengan satu orang yang diketahui tidak mengidap infeksi. Pada situasi lain, kondom lateks harus digunakan dengan benar setiap kali seseorang melakukan hubungan seks secara vaginal, anal atau oral. Kondom lateks dengan pelumas berbahan dasar air dapat menurunkan risiko penularan melalui hubungan seks.
3.      Memperbanyak fasilitas pengobatan bagi pecandu obat terlarang akan mengurangi penularan HIV. Begitu pula Program “Harm reduction”yang menganjurkan para pengguna jarum suntik untuk menggunakan metode dekontaminasi dan menghentikan penggunaan jarum bersama telah terbukti efektif.

4.      Menyediakan fasilitas Konseling HIV dimana identitas penderita dirahasiakan atau dilakukan secara anonimus serta menyediakan tempat-tempat untuk melakukan pemeriksaan darah. Faslitas tersebut saat ini telah tersedia di seluruh negara bagian di AS. Konseling, tes HIV secara sukarela dan rujukan medis dianjurkan dilakukan secara rutin pada klinik keluarga berencana dan klinik bersalin, klinik bagi kaum homo dan terhadap komunitas dimana seroprevalens HIV tinggi. Orang yang aktivitas seksualnya tinggi disarankan untuk mencari pengobatan yang tepat bila menderita Penyakit Menular Seksual (PMS).

5.      Setiap wanita hamil sebaiknya sejak awal kehamilan disarankan untuk dilakukan tes HIV sebagai kegiatan rutin dari standar perawatan kehamilan. Ibu dengan HIV positif harus dievaluasi untuk memperkirakan kebutuhan mereka terhadap terapi zidovudine (ZDV) untuk mencegah penularan HIV melalui uterus dan perinatal.

6.      Berbagai peraturan dan kebijakan telah dibuat oleh USFDA, untuk mencegah kontaminasi HIV pada plasma dan darah. Semua darah donor harus diuji antibodi HIV nya. Hanya darah dengan hasil tes negatif yang digunakan. Orang yang mempunyai kebiasaan risiko tinggi terkena HIV sebaiknya tidak mendonorkan plasma, darah, organ-organ untuk transplantasi, sel atau jaringan (termasuk cairan semen untuk inseminasi buatan). Institusi (termasuk bank sperma, bank susu atau bank tulang) yang mengumpulkan plasma, darah atau organ harus menginformasikan tentang peraturan dan kebijakan ini kepada donor potensial dan tes HIV harus dilakukan terhadap semua donor.
7.      Jika hendak melakukan transfusi Dokter harus melihat kondisi pasien dengan teliti apakah ada indikasi medis untuk transfusi. Transfusi otologus sangat dianjurkan.

8.      Hanya produk faktor pembekuan darah yang sudah di seleksi dan yang telah diperlakukan dengan semestinya untuk menonaktifkan HIV yang bisa digunakan.

9.      Sikap hati-hati harus dilakukan pada waktu penanganan, pemakaian dan pembuangan jarum suntik atau semua jenis alat-alat yang berujung tajam lainnya agar tidak tertusuk. Petugas kesehatan harus menggunakan sarung tangan lateks, pelindung mata dan alat pelindung lainnya untuk menghindari kontak dengan darah atau cairan yang mengandung darah. Setiap tetes darah pasien yang mengenai tubuh petugas kesehatan harus dicuci dengan air dan sabun sesegera mungkin. Kehati-hatian ini harus di lakukan pada semua pasien dan semua prosedur laboratorium (tindakan kewaspadaan universal).























BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Kesehatan amatlah penting untuk meraih kebahagiaan hidup. Pola hidup sehat menjadi hal yang sangat penting agar masyarakat dapat mengurangi resiko terkena berbagai macam penyakit. Apalagi saat ini banyak sekali penyakit penyakit baru yang bermunculan, misalnya penyakit HIV/AIDS.
HIV adalah virus yang menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh kita sehingga kita tidak bisa bertahan terhadap penyakit-penyakit yang menyerang tubuh kita. Bila sistem kekebalan tubuh kita sudah rusak atau lemah, maka kita akan terserang oleh berbagai penyakit yang ada di sekitar kita seperti TBC, diare, sakit kulit, dll. Kumpulan gejala penyakit yang menyerang tubuh kita itulah yang disebut AIDS.Secara singkat, perjalanan HIV/AIDS dapat dibagi 4 stadium.
Cara Penularan HIV hanya bisa hidup di dalam cairan tubuh seperti: darah, cairan vagina, cairan sperma, air susu ibu. Penularan itu bisa terjadi melalui: hubungan seks dengan orang yang mengidap HIV/AIDS, kontak darah/luka dan transfusi darah yang sudah tercemar virus HIV, penggunaan jarum suntik atau jarum tindik secara bersama atau bergantian dengan orang yang terinfeksi HIV, dari ibu yang terinfeksi HIV kepada bayi yang dikandungnya
Masa HIV positif ini bisa sampai 10 tahun kalau daya tahan tubuhnya kuat. Tetapi bila daya tahan tubuhnya lemah maka orang tersebut bisa cepat terserang berbagai penyakit lain. Gejala yang menyolok pada penderita AIDS yaitu: diare yang terus menerus, pembengkakan kelenjar getah bening, kanker kulit, sariawan, dan berat badan yang turun secara menyolok. Penyakit HIV/AIDS termasuk penyakit yang belum ada obatnya, jadi hanya Upaya Pencegahan Penyakit HIV/AIDS ini saja yang saat ini dapat dilakukan agar dapat terhindar dari Penyakit mematikan ini.